Sejarah Dibalik Keutamaan Nabi Muhammad Atas Seluruh Nabi

Sejarah Dibalik Keutamaan Nabi Muhammad Atas Seluruh Nabi

Sejarah Dibalik Keutamaan Nabi Muhammad Atas Seluruh Nabi

Sejarah Dibalik Keutamaan Nabi Muhammad Atas Seluruh Nabi
Sejarah Dibalik Keutamaan Nabi Muhammad Atas Seluruh Nabi

Seperti Mukjizat Nabi Musa AS berupa tongkat yang dapat berubah menjadi ular dan bisa membelah lautan. Atau mukzizat Nabi Isa AS yang dapat menghidupkan orang yang sudah meniggal, ada juga Nabi Sulaiman yang dapat berbicara dengan para binatang. Sementara sang Nabi mukjizatnya berupa Alquran menggetarkan hati dan jiwa; sesuai dengan landasan akal manusia; dan tidak lekang oleh waktu. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kamilah yang  menurunkan Alquran,  dan pasti Kami (pula) yang  memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9).

Syariat yang dibawa Rasulullah merupakan syariat terakhir dan menjadi penyempurnaan dari syarat-syariat sebelumnya. Misalnya syariat shalat, zakat, puasa dan haji yang merupakan penyempurnaan dari model syariah para rasul terdahulu dan tidak diperkenankan perubahan di dalamnya sampai kapan pun.

Allah SWT berfirman, “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan agamamu dan Ku-cukupkan nikmat-Ku kepadamu serta Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah: 3).

Tepatlah kemudian jika Allah SWT menempatkan Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir karena kapabelitasnya dari semua segi. Semua peristiwa dan penyelesaian yang dilakukan oleh rasul-rasul terdahulu bahkan semua peristiwa masa lampau telah menjadi bekal dalam diri Muhammad SAW untuk menghadapi persoalan umatnya, sehingga di dalam mencari jalan penyelesaian beliau melakukan berbagai modifikasi untuk mendapatkan solusi terbaik.

Beberapa keutamaan Nabi Muhammad SAW yang tersebut dalam Al Qur’an adalah sbb:

  1. Dalam diri Nabi Muhammad SAW terdapat suri teladan yang baik.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS.33, Al-Ahzaab:21)

  1. Nabi Muhammad SAW adalah penutup para Nabi.

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.33, Al-Ahzaab:40)

  1. Karena keutamaanya yang besar, hingga Allah dan para malaikat-Nya pun bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS.33, Al-Ahzaab:56)

Baca juga artikel: