SEJARAH MPR PADA MASA ORDE BARU

SEJARAH MPR PADA MASA ORDE BARU

SEJARAH MPR PADA MASA ORDE BARU

Pemberontakan G30-S/PKI telah

mengubah sejarah bangsa Indonesia. Presiden Sukarno terpaksa harus mundur dari jabatannya dan digantikan oleh Suharto. Masa peralihan kekuasaan inilah yang menandai berakhirnya Orde Lama dan dimulainya Orde Baru.

Pada masa Orde Baru, kekuasaan tertinggi dalam negara dipegang oleh MPR. Lembaga ini berhak memilih dan melantik presiden dan wakil presiden Republik Indonesia. Keanggotaan MPR dipilih melalui pemilihan umum. Jadi, pada masa Orde Baru, presiden dan wakil presiden tidak dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Melainkan, MPR-lah yang memilih presiden berdasarkan suara partai politik terbanyak.

Sebagai sebuah lembaga tertinggi negara, pada masa Orde Baru MPR memiliki wewenang untuk membentuk Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang berfungsi sebagai penentu arah kebijakan dan pedoman penyelenggaraan negara.

Namun MPR pada masa Orde Baru dianggap tidak bisa melakukan fungsinya dengan baik untuk mewakili aspirasi rakyat dalam pemerintahan. MPR kenyataannya justru hanya menjadi alat pendukung segala kebijakan Orde Baru. Kondisi ini terjadi karena pemilihan anggota MPR yang didominasi oleh campur tangan pemerintah.


Sumber: https://www.urusizin.co.id/happy-racing-apk/