Sejarah Tarekat Naqsyabandiyah

Sejarah Tarekat Naqsyabandiyah

Sejarah Tarekat Naqsyabandiyah

Sejarah Tarekat Naqsyabandiyah
Sejarah Tarekat Naqsyabandiyah
Sobat, pada saat sang Nabi Allah Muhammad SAW masih hidup, ajaran Agama Islam begitu murni. Demikian halnya saat Islam dipimpin oleh para sahabat-sahabat Nabi. Namun ketika memasuki abad pertama hijriyah, muncul istilah teologi, kemudian menyusul pada abad kedua kajian tentang tasawwuf. Sesudah abad kedua hijriyah, gologan sufi mengamalkan amalan – amalan dengan tujuan mendekatkan diri(taqarrub) kepada Allah. Kemudian pada abad ke-5 Hijriyah muncul tarekat sebagai kelanjutan kegiatan kaum sufi sebelumnya. Nah pada artikel kali ini kita akan membahas tentang salah satu tarekat yang berkembang hingga saat ini yakni Sejarah Tarekat Naqsyabandiyah.

Penyebaran Tarekat Naqsyabandiyah terbilang cukup luas

Awalnya hanya berkembang di Bukhara sekitar abad 14, kini Naqsyabandiyah menyebar luas kedaerah-daerah Muslim dunia. Terakat ini pertama kali berdiri di Asia Tengah kemudian ke Turki, Suriah, Afganistan, dan India. Naqsabandiyah memiliki keyakinan bahwa pendiri tarekat pertama adalah Abu Bakr as-Shiddiq dan diteruskan oleh Baha’ al – Din al – Naqsyabandi yang lahir pada abad ke 8 tepatnya 717 H./1318 M.

Beratus-ratus tahun berkembang, Naqsyabandiyah ternyata memberikan pengaruh luas terhadap kaum Muslim

Terdapat tiga fase sejarah perkembangan Naqsyabandiyah. Pada fase pertama disebut dengan fase pra sejarah. Saat itu di sebut sebagai “Periode protohistoris”  yakni tidak adanya kepemilikan yang jelas, karena tokoh-tokohnya tidak dianggap sebagai eksklusif milik Tarekat Naqsyabandiyah yang menggunakan paham sunni.
Fase kedua, Naqsyabandiyah mengalasmi fase yang disebut dengan Periode Formasi Tarekat Naqsyabandi. Pada periode ini sudah mulai terlihat identitas Naqsyabandiyah sebagai perkumpulan persaudaraan sufi.
Sedangkan fase terakhir merupakan periode perkembangan dan penyebaran Tarekat Naqsyabandi sehingga menjadi sebuah perkumpulan besar seperti saat ini. Puncaknya ketika suksesi kemursidan di pegang oleh Syaikh Ahmad al-Faruqi Sirhindi (w 1624) sebagai mursyid ke 23. Dibawah kepemimpinannya Tarekat Naqsyabandi tersebar ke berbagai penjuru Dunia Islam dan di ikuti oleh banyak pengikut.

Dalam sejarahnya Tarekat Naqsyabandiyah

banyak terjadi kecaman terhadap Tarekat Naqsyabandiyah yang dianggap sebagai ajaran bid’ah. Ajaran ini dianggap melakukan penghinaan terhadap Allah SWT, Penghinaan terhadap Rasulullah SAW, Penodaan terhadap syariat Islam dan Menyebarkan doktrin sesat.
Demikian artikel sekilas tentang Sejarah Tarekat Naqsyabandiyah. Semoga informasi ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.
Baca juga artikel: