Sifat 3

Table of Contents

Sifat 3

Misalkn d ≠ 0 dan n ≠ 0. jika d adalah faktor n, maka  ⁿ/d adalah faktor dari n. contoh : Misalkan p adalah faktor prima terkecil dari bilangan n. Dengan menggunakan sifat 3, ⁿ⁄p adalah suatu faktor dari n. karena p adalah faktor terkecil dari n, kita peroleh p ≤   n⁄p jika p ≤  n⁄p maka p≤ n.

  1. Sifat 4

Jika n adalah suatu bilangan komposit maka n mempunyai suatu faktor prima p sedemikian sehingga p2 ≤ n.

Sifat 4 ini dapat digunakan untuk menentukan suatu bilangan yang diberikan termasuk bilangan prima atau bilangan komposit. Contoh : bilangan 109. Jika 109 adalah bilangan komposit, maka 109 harus mempunyai suatu faktor prima p sedemikian sehingga p2 ≤ 109. Bilangan-bilangan prima yang dikuadratkan tidak melewati 109 adalah 2, 3, 5, dan 7. Kita tahu bahwa 2, 3, 5 dan 7 masing-masing bukan merupakan faktor dari 109. Dengan demikian 109 adalah bilangan prima.

  1. Sifat 5

            Jika n suatu bilangan bulat lebih besar dari 1 dan tidak dapat dibagi oleh sebarang bilangan prima p maka n adalah bilangan prima. Salah satu cara untuk menemukan seluruh bilangan prima yang lebih kecil dari suatu bilangan bulat yang diberikan adalah dengan menggunakan saringan Eratoshenes : Jika semua bilangan asli lebih besar 1 ditempatkan pada suatu “saringan” maka bilangan yang bukan bilangan prima diberi tanda silang (artinya jatuh melalui lobang saringan). Bilangan-bilangan yang tersisa adalah bilangan-bilangan prima.

sumber :

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/