Simposium PPI Dunia Angkat Isu Bonus Demografi

Simposium PPI Dunia Angkat Isu Bonus Demografi

Simposium PPI Dunia Angkat Isu Bonus Demografi

Simposium PPI Dunia Angkat Isu Bonus Demografi
Simposium PPI Dunia Angkat Isu Bonus Demografi

Konvensi dan Simposium Perhimpunan Pelajar Dunia (PPI Dunia) yang dimulai pada Senin

(24/7) itu mengangkat tema Memacu Potensi Nasional Indonesia Menuju Tahun 2030. Koordinator PPI Dunia Intan Irani mengatakan, suatu kehormatan baginya menjadi satu dari 86.526 siswa Indonesia dan menemui tamu terhormat, panelis, dan teman-teman yang terhormat.

Menjadi simposium OISAA kesembilan yang diselenggarakan oleh PPI Dunia, acara itu mempertemukan berbagai siswa Indonesia yang sedang menempuh studi dan impian mereka di luar negeri.

Intan mengatakan, pada 2030, Indonesia akan menikmati tren Demographic Boost; ini adalah fenomena dimana populasi pekerja (atau angkatan kerja) diperkirakan mencapai hingga 70 persen dari total populasi.

Ketua Penyelenggara ISIC-SI 2017 Samuel Leonardo mengatakan, symposium

kali ini dikolaborasikan dengan ISIC yang merupakan acara tahunan PPI Inggris Raya yang sudah berjalan selama lebih dari 15 tahun, dan tahun ini PPI Inggris terpilih menjadi tuan rumah Simposium ke sembilan PPI-Dunia. ’’Tema tersebut diangkat dalam rangka mempersiapkan diri kita menghadapi tantangan bonus demografi di tahun 2030 di mana jumlah penduduk usia produktif mencapai tingkat 70 persen dibanding jumlah penduduk usia non produktif,’’ paparnya.

Panitia pelaksana ISIC-SI 2017 menyediakan berbagai kegiatan, seperti diskusi panel, workshop, konser kesenian, serta kegiatan budaya lainnya. Upaya ini diharapkan dapat membuka wawasan para mahasiswa serta sarjana Indonesia dalam memahami beragam topik seperti Wirausaha dan Awal Usaha, Kota yang Berkelanjutan, Seni dan Budaya, Politik Indonesia, Masa Depan Indonesia Sisi Finansial, dan Pembelajaran ke Depan.

Presiden PPI-UK, Alanda Kariza, sebagai tuan rumah mengatakan jika selama ini dunia internasional

banyak mendengar soal kesenian tradisional Indonesia, kami rasa sudah saatnya untuk kita menunjukkan sisi budaya kontemporer Indonesia, apalagi di negara seperti Inggris Raya yang dikenal dengan industri kreatifnya.

Menurut Alanda, jumlah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di penjuru dunia meningkat setiap tahunnya. Untuk itu, mereka bangga mengundang lebih dari 30 ahli yang berasal dari berbagai bidang ilmu untuk memberi pembekalan soal bagaimana pelajar Indonesia di luar negeri bisa berkontribusi untuk Indonesia.

Acara ISIC-SI 2017 memiliki keunikan dengan acara lainnya yang pernah diselenggarakan, di mana fokus lebih kental dalam memberikan pengetahuan yang bisa diterapkan dengan mengembangkan minat individu. Penyelenggara menerima lebih dari 800 abstrak dari mahasiswa Indonesia di seluruh dunia dan terdapat 40 karya tulis terpilih berdasarkan kualitas dan relevansinya pada tema ISIC-SI 2017 ini.(*)

 

Sumber :

https://www.buzzfeed.com/danuaji/signs-of-the-cat-infected-with-rabies-6gklbipwse