Sistem seni budaya

 Sistem seni budaya

 Sistem seni budaya

Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, manusia telah menghasilkan budaya berupa lukisan-lukisan di dinding gua dan karang bekas tempat tinggal mereka. Menurt Marwati Joned Pusponegoro, di Indonesia penemuan lkian tesebut tersebar di daerah Sulawesi Selatan, Kepulauan Maluku, dan Pulau Irian (Papua). Di Leang-Leang, Sulawesi Selatan, C.H.M. Heeren Palm pada tahun 1950 menemukan lukisan pada dinding gua berupa cap-cap tangan yang jari-jarinya direntangkan atau ditaburi cet warna merah.
Sumber inspirasi dari lukisan-lukisan itu adalah cara hidup mereka pada waktu itu yang masih tergantung pada alam sekeiling akibat dari kehidupannya masih dalam taraf berburu serta mengumpulka makanan. Lukisan tersebut menggambarkan kehidupan sosial ekonomi dalam alam kepercayaan masyarkat waktu itu. Lukisan tersebut juga megandung nilai estetika dan magis yang berkaitan dengan totem dan upacara-upacara yang belum diketahui dengan jelas.

c. Sistem Religi

Gambaran sistem kepercayaan masyarakat pada masa berburu da mengumpulkan makanan, selain dketahui dari lukisan-lukisa di dinding gua dan karang juga dapat diketahui dari tatacara penuburan mayatnya.
Tata cara penguuran mayat dapat diketahui bahwa diantara mayat-mayat itu ada yang ditaburi cet warna merah. Cer merah tersebut dianggap berhubugan dengan suatu upacara penguburan agar dapat memberi kehdupan baru di alam baka.
Manusia purba menganggap bahwa orang yang telah meninggal akan indah ke alam baka, namun masih tetap dapat berhubungan dengan orang yang masih hidup. Adanya keyakian tersebut mendorong upaya-upaya untu tetap menghormati orang yang telah meninggal tersebut dalam bentuk penghormatan terhadap arwah aau rohnya.
baca juga :