Sunnah Sunnah Puasa

Sunnah Sunnah Puasa

Sunnah Sunnah Puasa

Sunnah Sunnah Puasa
Sunnah Sunnah Puasa

Ketika seseorang menjalankan ibadah puasa, ada hal-hal yang bersifat wajib dengan ketentuan apabila tidak dilakukan menyebabkan tidah sahnnya puasa, ada yang bersifat anjuran atau kesunnahan dengan mengikuti sunnah sunnah rasulullah SAW, dan ada juga yang bersifat kemakhruhan, hingga sampai pada yang bersifat ancaman yang apabila dilanggar mengakibatkan batalnya puasa bahkan mendapat dosa dan hukuman. Berikut kesunnahan kesunnahan puasa yang apabila kita mampu melaksanakannya akan mempertebal pahala di sisi Allah SWT. :

1.Ta’jil (menyegerakan berbuka)

Ketika yakin matahari telah benar-benar tenggelam, maka disunnahkan untuk segera berbuka. Dan jika belum yakin maka tidak boleh segera berbuka.

2.Berbuka dengan kurma

Artinya, saat berbuka sunnah mendahulukan makan kurma basah atau kurma kering dan dalam jumlah ganjil (tiga biji atau lebih). Dan jika tidak ada maka sunnah mendahulukan air atau manisan.

3.Berdo’a

Sebelum berbuka (menurut sebagian ulama setelah berbuka) puasa disunnahkan membaca do’a:

Syaikh Al-Wana’i meriwayatkan, barang siapa saat berbuka puasa membaca do’a berikut ini, maka dosa- dosanya akan diampuni oleh Allah SWT, yaitu :

4. Memberi makanan berbuka orang lain

Dalam Hadits Rosululloh SAW bersabda, “Barang siapa memberi makan berbuka terhadap orang yang berpuasa, maka dia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu”.

5. Sahur

Sesungguhnya Allah SWT memberikan rahmat kepada orang-orang yang menjalankan sahur, dan Malaikat mendo’akan terhadap orang yang sahur. Dalam riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim Rosululloh SAW bersabda: “Sahurlah kalian semua, (karena) sesungguhnya didalam sahur ada kebaikan”.

Waktu sahur adalah setelah pertengahan malam, dan lebih utama lagi jika dilakukan diahir malam (lebih mendekati fajar). Pahala sahur sudah dapat dihasilkan meskipun hanya minum seteguk air.

6. Mengakhirkan sahur

Rosulullah SAW telah bersabda: “Orang-orang senantiasa dalam kebaikan selagi mensegerakan puasa dan mengakhirkan sahur”. (HR. Bukhori & Muslim)

7. Mandi dari hadats besar sebelum fajar

Hal tersebut dimaksudkan, agar saat menjalankan ibadah puasa sudah dalam kondisi bersih. Selain itu, jika mandi besar dilakukan setelah fajar (siang) dikhawatirkan air masuk kedalam lubang tubuh. Namun hal tersebut bukan berarti tidak boleh melakukan mandi besar pada siang hari bulan Ramadlan. Selama mandi tersebut termasuk mandi wajib atau mandi sunnah, dan dilakukan dengan hati- hati serta tidak menyelam atau membenamkan kepala ke dalam air maka tetap diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/doa-sholat-dhuha-niat-dan-tata-caranya/