Uji coba pembatasan IMEI tuai pro-kontra pedagang ponsel

Uji coba pembatasan IMEI tuai pro-kontra pedagang ponsel

Uji coba pembatasan IMEI tuai pro-kontra pedagang ponsel

Uji coba pemblokiran International Mobile Equipment Identity (IMEI) yang berlangsung Senin (17/2), menuai beragam tanggapan dari sejumlah pedagang ponsel di Jakarta.

Seorang pedagang di kios Mal Ambassador Jakarta Selatan, Ade, menyatakan aturan pembatasan IMEI tersebut akan memengaruhi bisnis di tokonya, yang sebagian besar menjual ponsel milik Apple.

“Untung, omzet, bakal menurun juga. Kalau barang internasional lumayan

untungnya, bisa Rp500.000 sampai Rp1 juta, kalau resmi untungnya dikit,” ujar Ade kepada Antara, Selasa.

Aturan pembatasan IMEI salah satunya dilakukan untuk melindungi konsumen. Berkaitan dengan ini, Ade mengatakan memberi jaminan perlindungan kepada pelanggannya dengan garansi toko selama satu tahun.

Bahkan, toko milik Ade, yang menjual sebagian besar ponselnya berasal dari luar negeri, juga berani memberikan layanan purna-jual penggantian unit, jika ponsel mengalami kerusakan software dalam 3×24 jam.

Namun, Ade hanya bisa pasrah dengan keputusan pemerintah tersebut, “ya mau bagaimana lagi, sudah keputusan pemerintah,” dia melanjutkan.

Hal senada juga disampaikan pedagang di toko lain yang kebanyakan

didominasi dengan iPhone, Erwin. Menurut dia, keputusan pemerintah membatasi IMEI tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga konsumen.

“Konsumen justru cari yang internasional, yang cari garansi justru sedikit,

” kata dia.

Dari segi kualitas barang, menurut dia, barang internasional sama saja dengan barang resmi. “Konsumen yang penting jelas barangnya,” Erwin melanjutkan.

 

sumber :

https://voi.co.id/seva-mobil-bekas/