Universitas Al Azhar Indonesia Kerahkan Mahasiswa ke Sungai Citarum

Universitas Al Azhar Indonesia Kerahkan Mahasiswa ke Sungai Citarum

Universitas Al Azhar Indonesia Kerahkan Mahasiswa ke Sungai Citarum

Universitas Al Azhar Indonesia Kerahkan Mahasiswa ke Sungai Citarum
Universitas Al Azhar Indonesia Kerahkan Mahasiswa ke Sungai Citarum

Kondisi Sungai Citarum saat ini cukup memprihatinkan. Sungai terpanjang di Jawa Barat itu bahkan masuk kategori paling tercemar di dunia.

Pemerintah pusat hingga daerah kini tengah melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan fungsi sungai Citarum. Termasuk menggerakan seluruh elemen masyarakat.

Berangkat dari hal ini, Universitas Al Zhar Indonesia menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kawasan Sungai Citarum. Mereka sadar bahwa sungai menjadi bagian yang sulit dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Sungai tidak hanya terdapat di pedesaan namun terdapat juga di area kota.

Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, Asep Saefudin mengatakan, sungai memiliki berbagai fungsi. Di antaranya sebagai tempat menampung hujan, mengalirkan air ke dataran rendah, tempat hidup suatu ekosistem, Ladang mata pencaharian penduduk, Pembangkit Listrik Tenaga Air, Tempat berolahraga dan berekreasi, Pemenuhan kebutuhan air sehari-hari.

“Fungsi itulah yang seharusnya terjadi pada Sungai Citarum

,” ujar Asep melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Dia memaparkan bahwa upaya KKN kampusnya sekaligus untuk mendukung Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018, tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan daerah aliran sungai Citarum.

Perpres tersebut memberikan tugas kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan yakni memberikan dukungan dengan memfasilitasi riset dan keikutsertaan akademisi dalam inovasi pengendalian DAS Citarum, serta kuliah kerja nyata tematik.

“Tugas inilah mendorong Kemenristekdikti untuk melaksanakan program kegiatan KKN Tematik sebagai bagian dari Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelas Asep.

Adapun KKN Tematik bertajuk ‘Citarum Harum’ i

tu berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 26-28 Februari 2019. Kegiatan ini berlangsung di Desa Segaran, Desa Dewisari, Kecamatan Renggasdengklok, Kabupaten Karawang.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wilayah dalam bidang kesehatan, industri kreatif, dan pengolahan sampah, serta sebagai bentuk pengabdian masyarakat Perguruan Tinggi (PT). Termasuk mendorong empati dan simpati mahasiswa dalam melihat permasalahan di masyarakat dan memberikan solusinya.

Asep memaparkan bahwa kegiatan yang dilakukan ialah pembagian 1000 filter air serta sosialisasi sampah pintar (otomatis) dan PHBS untuk anak-anak serta orang tua.

Kegiatan ini turut mengundang beberapa tamu kehormatan

, yaitu Kepala Desa Segaran (H. Rusli, H.N. SE), Kepala LLDIKTI Wilayah III (Dr. Illah Sailah, MS), Bupati Karawang (Dr. Cellica Nurrachadiana), Jenderal TNI Agum Gumelar, M.Sc, Belmawa (Prof. Dr. Ismunandar) yang akan diwakili.

Dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan hal yang sangat bermanfaat bagi UAI serta beberapa Desa yang menjadi tempat dalam pengembangan wilayah baik dalam bidang kesehatan, industri kreatif, dan pengolahan sampah.

 

Sumber :

https://balad.org/pengertian-dan-metode-pidato/