Unsur Serapan dalam Bahasa Indonesia

Unsur Serapan dalam Bahasa Indonesia

Unsur Serapan dalam Bahasa Indonesia

Unsur Serapan dalam Bahasa Indonesia
Unsur Serapan dalam Bahasa Indonesia

Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas empat golongan besar yakni adopsi, adaptasi, terjemahan, dan kreasi.

1. Adopsi

Pemakaian bahasa yang mengambil bentuk dan makna kata asing tersebut secara keseluruhan.

Contoh:

  1. Di dalam pencarian, pembelajaran, dan perkembangan itu, teori bukan lagi sekadar teori dalam arti formal.
  2. Terlepas dari ada beberapa ejaan yang luput dari koreksi editor, secara keseluruhan, saya rasa buku ini memang perlu dibaca.

2. Adaptasi

Pemakaian bahasa yang mengambil makna kata itu, sedangkan sejarah bpupki ejaan dan cara penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia.

Contoh:

  1. Maka rasanya wajar bila Budi Darma menyamakan pekerja seni yang baik pada dasarnya juga intelektual yang baik. (intelektual →intelectual)
  2. Dari total 242 halaman yang berisi 15 esai Budi Darma, ada sebuah alinea yang menjadi titik berat pembacaan saya. (esai →essay).

 

3. Terjemahan

Penyerapan secara terjemahan dapat dilakukan dengan dua cara berikut ini.

  1. Terjemahan langsung, yaitu kosakata dari bahasa asing itu dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia.
    Contoh: air port →bandar udara joint ventura →usaha patungan
  2. Terjemahan konsep, yaitu kosakata asing itu diteliti baik-baik konsepnya, kemudian dicarikan kosakata bahasa Indonesia yang konsepnya mirip dengan kosakata asing tersebut. Contoh: vendor →penjual green house →rumah kaca

 

Penggunaan dalam kalimat:

  1. Para vendor pemegang merek yang mencekoki kita untuk menggunakan teknologi mereka.
  2. Ira sedang mengamati pertumbuhan tanaman jagung di green house.

 

4. Kreasi

Meskipun sekilas mirip terjemahan, namun cara terakhir ini memiliki perbedaan. Cara kreasi tidak menurut bentuk, yang mirip seperti aslinya ditulis dalam dua pertiga kata sedangkan dalam bahasa Indonesia satu kata saja.

Contoh: korupsi →penyalahgunaan keuangan kolusi →persekongkolan handphone →telepon genggam